Jumat, 10 April 2009

Pertarungan Intel vs AMD

Pertarungan sengit Intel vs AMD

Pertarungan
Sengit Intel vs AMD

Tentu

ada banyak alasan orang membeli netbook, namun salah satu alasan
utama adalah netbook memiliki ukuran yang mungil sehingga mudah
dibawa bepergian. Meski kemungilan itu harus dikompensasi, dengan
layar dan performa yang biasa-biasa saja, toh orang tetap rela.



Pasar
memberikan pesan kepada produsen notebook: konsumen tidak butuh
notebook
dengan
performa gila-gilaan. Cukup performa standar namun memiliki bentuk
tipis, hemat daya, dan harga terjangkau.


Sinyal
itulah yang kemudian
ditangkap produsen prosesor AMD dan Intel. AMD yang praktis tidak
memiliki pasar di segmen netbook pada November 2008 langsung
menyodorkan platform terbaru yang disebut AMD Yukon. Satu hal yag
dijanjikan AMD Yukon adalah platform ini akan memiliki kinerja di
atas notebook yang ada saat ini. Meski begitu, Yukon dibangun dengan
mengedepankan efisiensi daya sehingga memungkinkan notebook tipis dan
hemat daya.

Andalan
utama platform AMD Yukon adalah prosesor yang disebut Athlon Neo
MV40. Prosesor ini memiliki
footprint
yang kecil (27 x 27 mm) dan low-profile
(2,5
mm) sehingga tidak membutuhkan sistem pendingin yang rumit. Prosesor
ini akan didampingi chipset ATI Radeon X1250 untuk menghasilkan
performa bagus untuk aplikasi
gaming
dan 3D.


Namun,
entah kebetulan atau tidak, secara hampir bersamaan Intel juga
merilis platform
notebook
tipis
dengan nama Montevina Plus. Pada
platform
ini,
Intel menggunakan keluarga bau prosesornya yang disebut Core 2 Solo
CULV (Customer Ultra Low Voltage). Prosesor ini pada dasarnya adalah
modifikasi dari prosesor ULV yang telah ada sebelumnya, namun dibuat
dengan fabrikasi yang lebih kecil, CULV pun diklaim memiliki konsumsi
konsumsi daya yang kecil. Intel CULV diklaim memiliki TDP (Thermal
Design Power, daya yang dibutuhkan mendinginkan prosesor) cuma 5,5
watt, jauh di bawah Intel ULV yang sekita 10 watt, apalagi dibanding
Intel Core 2 Duo yang memiliki TDP 25-35 watt.


Yang
paling menarik adalah, platform AMD Yukon dan Intel Montevina Plus
sama-sama menawarkan harga kompetitif. Harga notebook dari kedua
platform tersebut dijanjikan berada sedikit di antara netbook atau
sekitar US$ 700-900. Artinya, notebook tipis, langsung, dan hemat
daya ini akan memiliki harga jauh di bawah notebook ultraportabel
yang sekarang ada seperti Macbook Air maupun Dell Adamo. Dengan
segmentasi yang unik dan menarik tersebut, harapan pun mencuat

tinggi. Paul Otellini, CEO Intel yakin, tren notebook tahun ini

adalah notebook tipis. “Mulai pertengahan tahun ini, kita akan
melihat gelombang notebook tipis dan ringan berbasis CULV dan produk
ultra-low-voltage
lainnya” ungkap Otellini.



Anda pun
tidak perlu lama menunggu
generasi notebook langsung dan seksi ini Platform AMD Yukon telah
hadir melalui HP Pavilion dv2, sementara Intel Montevina Plus hadir
melalui MSI X-Slim X340 dan Acer Aspire Timeline. Jika ingin
menyimak performa ketiga notebook tersebut, silahkan baca Info
Komputer edisi Juni 2009. Di sana Anda akan melihat bagaimana
performa ketiga notebook tersebut,termasuk ketika dibandingkan dengan
notebook dan netbook yang ada di pasaran saat ini.

Satu hal
yang pasti, ketiga notebook
tersebut menawarkan kombinasi ringan, tipis dan langsing ; perwujudan
obsesi kita selama ini. Jadi biarlah bentuk tubuh gendut dan tidak

indah, namun setidaknya kita memiliki notebook ramping dan langsing.

Sumber
: Tribun Kaltim Infokom


By: N14n_cool@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Setelah dibaca jangan di pelototin ntar bisa kesambet low... isi Comment kamu ke Short box ini sekalian curhat Ma ak bisa jga hehehe:)